Mengapa Paracetamol Menjadi Bahan Umum pada Obat

 Mengapa Paracetamol Menjadi Bahan Umum pada Obat

Paracetamol adalah obat analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi ringan yang dijual dengan bebas. Paracetamol inibanyak digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan demam. Paracetamol juga termasuk dalam banyak obat resep dan non-resep dan sering dikombinasikan dengan obat lain untuk meningkatkan efeknya.

Sejarah penggunaan paracetamol secara luas

Paracetamol pertama kali diperkenalkan pada akhir abad ke-19 dan awalnya dijual dalam bentuk bubuk. Kemudian dikembangkan menjadi bentuk tablet sehingga lebih mudah digunakan. Pada tahun 1950an, penggunaan Paracetamol secara luas dimulai di Inggris dan Amerika.

Popularitas paracetamol meningkat pada tahun 1980an, karena meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya. Saat ini, paracetamol merupakan salah satu obat pereda nyeri yang paling banyak digunakan di dunia.

Kelebihan dan kekurangaan paracetamol

Kelebihan :

1. Pereda nyeri yang efektif untuk nyeri tingkat ringan hingga sedang. 
2. Mengurangi demam dan peradangan. 
3. Dapat diberikan secara oral (melalui mulut). 

Kekurangan : 

1. Kelebihan dosis dapat menyebabkan gangguan pada hati. 
2. Penggunaan jangka panjang dapat meyebabkan gangguan pada ginjal. 
3. Dapat menyebabkan reaksi alergi (pada kasus tertentu). 

Alternatif untuk paracetamol

Aspirin

Efektif untuk nyeri ringan, peradangan, dan demam. Namun, hal ini dapat menyebabkan iritasi lambung dan pendarahan.

Ibuprofen

Efektif untuk nyeri sedang, peradangan, dan demam. Namun, dapat menyebabkan iritasi lambung, dan penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Naproxen

Efektif untuk nyeri sedang hingga berat, peradangan, dan demam. Namun, dapat menyebabkan iritasi lambung, dan penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Mengapa Bahan Pereda Sakit Lainnya Kurang Umum

A. Morfin (Morphine)

Efek : sangat membuat ketagihan dan dapat menyebabkan depresi pernafasan

B. Kodein (Codeine)

Efek : menyebabkan konstipasi, mual, dan depresi pernafasan

C. Hidrokodon (Hydrocodone)

Efek : membuat ketagihan dan dapat menyebabkan depresi pernafasan

Meskipun bahan pereda nyeri lainnya efektif untuk mengatasi nyeri parah, bahan tersebut memiliki banyak kelemahan, termasuk risiko kecanduan, overdosis, dan efek samping lainnya. Efek samping paracetamol yang ringan dan risiko kecanduan yang rendah menjadikannya pilihan yang lebih aman bagi kebanyakan orang.

 

Kesimpulannya, meskipun paracetamol memliki beberapa kekurangan. Namun, jika dilihat dari bahan obat lain sejenisnya, paracetamol memiliki efek samping yang paling ringan sehingga aman dikonsumsi bagi pasien. Selain itu, kita ketahui juga kita bisa dengan mudah menemukan paracetamol di gerai obat terdekat sehingga kita tidak perlu repot-repot untuk menemukannya. Oleh karena itu, selama beberapa tahun kedepan paracetamol akan tetap menjadi pereda nyeri yang populer karena efektivitas, keamanan dan ketersediannya. Hal tersebut akan berubah apabila perusahaan farmasi telah menemukan pereda nyeri yang dapat menggantikan paracetamol. Namun, belum ada yang terbukti lebih aman dan efektif seperti paracetamol. Jadi, itulah beberapa alasan yang membuat paracetamol adalah bahan utama dari beberapa obat.


Sheva Julianda AF 

Mahasiswa Farmasi

Universitas Islam Sultan Agung Semarang


#Pekta2023

#PekanTaaruf2023

#YourUnissula

Komentar